Awalnya pesimis, ternyata Ananda Rizki Aulya malah meraih peringkat 34 dalam Olimpiade Sains bidang Bahasa Inggris yang diadakan Pusat Olimpiade Sains Indonesia (POSI). Siswa SMK Putra Indonesia Malang (PIM) kelas XII Kompetensi Keahlian Farmasi Industri (FI) itu berebut posisi dengan 1.444 peserta lainnya.
Rizki – begitu ia biasa disapa – memang sudah akrab dengan aneka lomba dan olimpiade sejak SD dan SMP. Gadis kelahiran Malang, 30 Mei 2004 itu, mengaku tidak yakin meraih peringkat tinggi karena harus bersaing dengan siswa SMA yang lebih menguasai materi pada soal-soal. “Tapi Alhamdulillah, saya bisa mencapai nilai terbaik,” katanya.
“Ini merupakan olimpiade pertama yang saya ikuti di tingkat SMK. Kalau SD dan SMP saya juga sudah pernah ikut lomba-lomba,” tutur putri dari Roni Susanto itu lega. Keikutsertaan Rizki dalam POSI Science Competition yang digelar 19 September 2021 itu ternyata karena ajakan teman. “Saya tidak sendirian walau kami berbeda tingkatan,” ujarnya.
Apalagi, ada perbedaan bidang lomba yang diambil dan diadakan secara daring melalui website POSI. Kepala SMK PIM, Atik Dina Fitria, S.Pd., M.Pd memaparkan, saat ini banyak kegiatan yang digelar secara nasional maupun internasional. Meskipun ada pandemi, berbagai kegiatan banyak digelar yang dilaksanakan secara daring dan terbuka bagi semua sekolah.
“Kalau sekarang event-event sangat terbuka. Beda dengan dulu yang sistemnya delegasi atau penunjukan. Sekarang kesempatan bagi sekolah swasta ataupun negeri, kota atau kabupaten, bebas mengikuti berbagai lomba, karena dibuka untuk siapa saja,” ujar kepala sekolah yang memiliki tagline ‘Touch Your Future’ itu.
Ditambahkan, hal ini merupakan peluang besar khususnya bagi sekolah swasta. “Kini siapapun dan dari sekolah manapun, bebas mengikuti berbagai lomba yang digelar di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, penilaian yang dilakukan benar-benar hanya melihat pada potensi siswa,” papar wanita ini.
Atik, sapaannya menambahkan, meski kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) tidak berjalan maksimal dalam dua tahun terakhir karena pandemi Covid-19, namun bukan berarti komunikasi dengan guru mata pelajaran maupun pembina ekskul berhenti. Saat peserta didik memutuskan mengikuti sebuah kompetisi, tentu memahami kualitas dirinya.
“Keaktifan peserta didik dan ketertarikannya pada bidang tertentu tentu wajib difasilitasi oleh sekolah. Saat ini ekskul olimpiade memang belum ada di SMK yang juga menggaungkan tagline prestasi menjadi tradisi. Namun sekolah akan menyiapkan pembina atau pendamping khusus untuk persiapan hingga saat proses kompetisi,” terangnya.
Termasuk juga tahap persiapan siswa, tentu ada proses yang harus dilalui disertai pendampingan dan pengondisian khusus. SMK PIM membuka PPDB tahun pelajaran 2022/2023 jalur prestasi dan peminatan khusus (PMK) mulai 1 september hingga 31 Desember 2021. Informasi lebihlanjut silahkan mengunjungi website smkpim.sch.id atau instagram @smkpim.
