LUMUNGET: CAMILAN SEHAT KARYA MURID SMK PIM, INOVASI JAMU YANG KEKINIAN DAN ESTETIK

KOTA MALANG – Siapa bilang jamu hanya bisa disajikan dalam bentuk minuman pahit dan tradisional? Murid SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) berhasil membuktikan sebaliknya lewat karya inovatif mereka.
Dalam kegiatan Meet Expert bersama UD. Herbalindo, para murid dari kelas industri Jamu Kekinian memamerkan hasil kreasi unik: Lumunget atau Luk Chup Mungil Anget, camilan mungil nan sehat dengan sentuhan jahe hangat.
Adalah Alvia Putri Ramadhani, murid kelas XI Farmasi Industri, yang menjadi salah satu inovator di balik cemilan cantik ini. Ia bersama timnya terinspirasi dari tren Luk Chup—cemilan asal Thailand berbentuk buah mini yang kini tengah viral.
Namun, mereka memberikan sentuhan khas Indonesia dengan menggabungkan konsep jamu tradisional dan bahan alami.

“Awalnya kami ingin membuat sesuatu yang kekinian, tapi tetap menyehatkan. Akhirnya, kami menambahkan jahe pada pasta kacang hijau. Rasanya jadi manis, hangat, dan sedikit pedas, cocok buat yang suka sensasi unik,” ujar Alvia.
Cemilan ini tetap mempertahankan bentuk artistik khas Luk Chup, dibentuk menyerupai buah-buahan dan sayuran mungil tanpa cetakan, melainkan sepenuhnya dibuat manual dengan tangan.
Dari segi tampilan, Lumunget juga menonjol karena penggunaan pewarna alami seperti kunyit, bunga telang, dan daun pandan suji, menggantikan pewarna sintetis.
Meski begitu, proses pembuatannya tidak mudah. Alvia mengaku kesulitan menjaga bentuk miniatur agar proporsional serta menemukan bahan alami yang mampu menghasilkan warna yang kuat.
“Banyak bahan alami yang warnanya nggak keluar, jadi harus eksperimen berkali-kali,” ungkapnya.
Koordinator Konsentrasi Keahlian Farmasi Industri SMK PIM, Dewi Kurniawati, S.Pd., mengungkapkan bahwa kelas Jamu Kekinian ini merupakan bagian dari program industri kreatif sekolah bekerja sama dengan UD. Herbalindo.
“Kami sudah melakukan empat kali uji coba produk jamu inovatif. Setelah ini, akan dilakukan review dan penilaian langsung oleh Bu Aril dari Herbalindo,” jelasnya.
Selain Lumunget, terdapat pula beberapa produk unggulan lain hasil inovasi murid, di antaranya Cliifera Spice, Clitoria o Boba, Embun Biru, dan Puding Kunyit Asam.
Sementara itu, Apt. Ariel Dwi Puspitasari, S.Si., Apoteker penanggungjawab UD. Herbalindo, memberikan apresiasi terhadap semangat inovasi murid SMK PIM. Ia menegaskan bahwa jamu merupakan warisan budaya yang harus terus diangkat di era modern.
“Sebelum obat-obatan kimia hadir, jamu sudah lebih dulu eksis. Sekarang tugas kita menjadikannya menarik dan diterima generasi muda,” ujar Bu Aril.
Melalui kegiatan ini, SMK PIM semakin mantap memposisikan diri sebagai sekolah berbasis industri kreatif yang tak hanya mengajarkan keterampilan, tapi juga menumbuhkan jiwa inovasi dan kecintaan terhadap kearifan lokal.
BACA JUGA : MURID SMK PIM DAPAT MOTIVASI LANGSUNG DARI PRAKTISI INDUSTRI
