rapotan smk putra indonesia malang

RAPOTAN SMK PIM JADI RUANG SELEBRASI PEMBELAJARAN BERMAKNA DAN PENGUATAN KOMUNIKASI MURID – ORANG TUA

MALANG — Pembagian rapor di SMK PIM semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026 tidak sekadar menjadi agenda administratif akhir semester. Sekolah menghadirkan konsep rapotan yang lebih bermakna, partisipatif, dan komunikatif dengan melibatkan murid secara langsung dalam menyampaikan hasil belajar kepada orang tua.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK PIM, Atik Dina Fitria, S.Pd., M.Pd., Gr., menegaskan bahwa penerimaan hasil belajar kali ini dirancang dalam bentuk umpan balik dan selebrasi proses pembelajaran oleh murid kepada orangtua dari hasil belajar selama satu semester.

“Satu semester murid menjalankan program pembelajaran dengan serius. Saat rapotan, itu bukan hanya pembagian nilai saja, tetapi menjadi ajang mengekspresikan karya belajar dari proses yang sudah dijalani murid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep rapotan ini selaras dengan misi sekolah yang menguatkan karakter SICEPAT dalam dimensi komunikasi pada Dimensi Profil Lulusan. Menurutnya, banyak murid yang cenderung ragu-ragu dalam berkomunikasi di kelas, namun melalui momen rapotan, mereka didorong untuk berani berkomunikasi langsung dengan orang tua.

“Ketika murid menyampaikan sendiri hasil belajarnya, orang tua akan mendengar. Itu adalah bentuk komunikasi yang nyata antara anak dan orang tua,” tambah Atik.

Pembagian hasil belajar kali ini memberi ruang kepada murid untuk menjelaskan proses pembelajaran dan capaian karyanya secara langsung. Meski belum menjadi pertunjukan karya secara penuh, kegiatan ini menjadi tahap awal selebrasi karya pembelajaran yang lebih bermakna.

Sementara itu, Dewi Kurniawati, S.Pd., Gr., Koordinator Konsentrasi Keahlian Farmasi Industri, menilai konsep ini sangat membantu dari sisi guru pembimbing.

BACA JUGA : NADIF MURID SMK PIM BUKTIKAN “MATAHARI DAN BULAN” BISA JADI PRESTASI NASIONAL

“Kami terbantu karena tidak perlu menyampaikan satu per satu ke orang tua. Murid yang menjelaskan langsung hasil belajarnya, namun tetap dalam pendampingan guru,” jelasnya.

Dari sisi murid, Dewi mencatat adanya kebutuhan penyesuaian, terutama di awal pelaksanaan.
“Di awal, informasinya terasa terlalu umum sehingga beberapa murid ingin waktu personal lebih lama dengan pembimbing. Namun secara keseluruhan, anak-anak sangat senang bisa berkomunikasi langsung dengan orang tua,” katanya.

Menurutnya, momen tersebut memperkuat bonding antara anak dan orang tua, karena orang tua tidak hanya melihat nilai, tetapi memahami proses, progres, dan karya yang dihasilkan anak.

Hal senada disampaikan Kurnia Kumala Dewi, S.Si., Gr., Koordinator Konsentrasi Keahlian Teknik Kimia Industri. Ia menyebut portofolio murid menjadi bagian paling berkesan dalam rapotan kali ini.

“Saya membaca lebih dari 80 portofolio murid. Dari situ terlihat bagaimana mereka menyadari apa yang telah dipelajari selama satu semester,” ungkapnya.

Ia mencontohkan kelas kukis, di mana pembelajaran tidak hanya menghasilkan keterampilan teknis, tetapi juga perubahan sikap dan kemampuan komunikasi.

“Ada murid yang awalnya hanya merasa bisa membuat kukis, tapi kemudian menyadari bahwa ia belajar berkomunikasi. Ada yang sebelumnya tidak bisa memasak, kini bisa. Ada juga murid introvert di kelas XI yang akhirnya mampu beradaptasi,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembelajaran di SMK PIM diarahkan agar murid tidak hanya memahami materi akademik, tetapi juga menemukan minat, mengelola waktu, menghindari distraksi, dan memahami cara belajar yang efektif.

“Anak-anak belajar dengan gembira, penuh makna, dan tahu manfaat dari setiap mata pelajaran yang mereka pelajari,” pungkasnya.
Melalui konsep rapotan ini, SMK PIM menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga pada proses, refleksi diri, dan hubungan emosional antara murid, guru, dan orang tua.

BACA JUGA : PUISI BALQIS MURID SMK PIM RAIH JUARA PUISI NASIONAL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *