BUKAN HANYA SKILL, SMK PIM BANGUN KARAKTER INISIATIF MURID SEBELUM TERJUN KE INDUSTRI
MALANG – SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) kembali mempersiapkan siswanya untuk terjun ke dunia kerja melalui program pembekalan soft skill bagi peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL). Sebanyak 49 siswa mengikuti sesi kedua pembekalan yang mengangkat tema “Pembiasaan Karakter Inisiatif”. Mereka dijadwalkan berangkat PKL mulai 13 November 2025 selama kurang lebih lima bulan.
Para siswa telah ditempatkan di berbagai perusahaan industri dan instansi kesehatan. Dari konsentrasi Farmasi Industri, siswa tersebar di PT Balatif, PT Fitalab, Klinik Bunga Melati, RSIA Mutiara Bunda, PT Agaricus Sido Makmur Sentosa, PT Pentanvalent Tbk, UPT Lab Herbal Materia Medica Batu, hingga PT Enseval Putra Megatrading. Sementara siswa Teknik Kimia Industri ditempatkan di PT Rexton Indocoating, PT Indana, UPT Lab Lingkungan, Kan Jabung, Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Aneka Kacang, UPT Lab Kesehatan Kabupaten Malang, Medic Brivit, hingga PT Indopherin Jaya.
Fokus Karakter: Inisiatif yang Melekat
Kepala SMK PIM, Eka Tries Yuliani, S.Si, menegaskan bahwa soft skill tahun ini dikembangkan secara bertahap setiap bulan. November menjadi awal pembiasaan karakter inisiatif. “Karakter ini harus melekat. Inisiatif dan empati perlu muncul secara alami saat mereka berada di industri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kepekaan siswa dalam lingkungan kerja. Mulai dari hal sederhana seperti memungut sampah, menyapa atasan yang melintas, hingga memahami tata krama industri. “Anak-anak harus belajar adab, bukan hanya keterampilan teknis,” tambahnya.
Tantangan lain adalah kedisiplinan dalam penggunaan gawai dan pengelolaan izin. “Perizinan di industri tidak mudah. Ada tahapannya. Jadi mereka perlu tahu diri dan bisa mengondisikan diri,” tegasnya. Selain inisiatif, pembiasaan 5R serta disiplin menjadi bekal utama sebelum mereka terjun ke tempat magang.
Pembiasaan Inisiatif Berbasis Jurnaling dan Proyek Nyata
Ketua Panitia PKL 2025/2026, Ita Nuritawati, S.Pd, menyampaikan bahwa pembekalan soft skill tahun ini memiliki pendekatan berbeda. Selama satu bulan, siswa diarahkan pada pembiasaan karakter berbasis jurnaling dengan model peer group. “Kami fokus pada satu karakter, yaitu inisiatif. Siswa dilatih sadar diri, sadar sosial, dan sadar lingkungan,” jelasnya.
Puncak kegiatan adalah pembuatan dua proyek nyata: proyek individu dan proyek kelompok. Berbagai produk kreatif lahir dari kelompok, mulai dari kotak amal berbentuk Kakbah, rak absen dari kardus bekas, mading Mood of The Day, dispenser pakan kucing dari botol bekas, hingga aksi nyata bersih kantin dan kelas. Ada pula siswa yang membuat pembersih papan tulis berbahan campuran alkohol, air, dan sabun.
“Pembiasaan seperti ini membuat siswa benar-benar terlibat. Mereka saling berdiskusi, berkarya, dan belajar mengambil tindakan nyata,” ungkap Ita.
Budaya Industri yang Perlu Dipahami
Pembekalan juga menghadirkan narasumber dari dunia industri, Agus Hariyanto, S.Psi, HRD Kopi Kenangan dan LPK Kemilau Franada Indonesia. Ia memaparkan budaya kerja yang wajib dipahami siswa sejak awal, seperti disiplin, budaya K3, dan budaya 5R.
Agus menekankan pentingnya penampilan yang rapi dan bersih. “Jangan sampai SMK PIM dikenal karena siswanya kusut. Jika melanggar aturan, sekolah bisa kehilangan kepercayaan dari industri,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa setiap perusahaan memiliki aturan berbeda, sehingga siswa harus membiasakan 5S sebagai kebiasaan dasar.
BACA JUGA : ORANG TUA MURID JADI PEMBINA UPACARA, SMK PIM TUMBUHKAN SEMANGAT KEBERAGAMAN DI HARI SUMPAH PEMUDA
Cerita Peserta PKL: Siap Mandiri dan Adaptif
Beberapa siswa yang akan berangkat PKL turut berbagi pengalaman dan persiapan mereka.
Farel Aldriansah Satya Prasaja, siswa Teknik Kimia Industri yang ditempatkan di PT Indopherin Jaya Probolinggo, mengaku sudah siap secara kompetensi maupun mental. “Saya sudah kos. Orang tua mendukung penuh sampai April 2025,” katanya.
Sementara itu, Ananda Azrul Ferdiansah dari SMPN 3 Lawang, menekankan pentingnya kesiapan pribadi. “Sudah biasa jauh dari orang tua. Jadi lebih mandiri dan disiplin,” ungkapnya.
Dari kelompok Farmasi Industri, Evana Rizky Meiwati dan Yunda Choirunnisa Ervani yang ditempatkan di PT Satoria menyampaikan bahwa PKL menjadi kesempatan untuk melatih inisiatif dan kepekaan terhadap situasi. “Kita belajar peka dengan lingkungan sekitar,” ujar Yunda.
Rekan-rekan lainnya seperti Khanza Firdausi Nuzulla dan Ika Agustina juga bersiap mengikuti ritme dunia industri selama lima bulan ke depan.
SMK PIM Siapkan Siswa Siap Kerja
Dengan pendekatan pembekalan yang lebih mendalam, SMK PIM berharap siswa dapat membawa karakter baik ke dunia kerja. Melalui pembiasaan inisiatif, kedisiplinan, dan adaptasi lingkungan, sekolah menargetkan siswa tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga matang secara mental.
Pembekalan ini menjadi langkah awal sebelum mereka benar-benar menghadapi dunia industri yang menuntut kesiapan, karakter, dan kerja sama yang kuat.
