TARUHAN KOMPETENSI MENUJU DUNIA KERJA FARMASI

Malang – Suasana tegang menyelimuti ruang laboratorium Sekolah Farmasi Industri SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Satu per satu siswa tampak serius menghadapi Uji Sertifikasi Kompetensi (USK), sebuah tahap krusial yang bukan hanya menentukan kelulusan, tetapi juga menjadi pintu masuk menuju dunia kerja industri farmasi.
Dewi Kurniawati, S.Pd.Gr., Koordinator Konsentrasi Keahlian Farmasi Industri, menegaskan pentingnya ujian ini.
“Ujian sertifikasi ini memastikan siswa memiliki kompetensi sesuai standar kerja di bidang farmasi, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja. Sertifikat ini bukti tertulis bahwa lulusan benar-benar siap memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Ujian dilaksanakan mengacu pada Skema Sertifikasi Okupasi Asisten Tenaga Kefarmasian di Industri Farmasi, menjamin kurikulum sekolah sejalan dengan kebutuhan dunia usaha. Asesor berasal dari Komunitas Farmasi Indonesia (KFI) yang bersertifikat LSP dan berlisensi BNSP, sehingga penilaian dilakukan secara objektif.
Tahapan ujian dimulai dari persiapan, briefing, verifikasi tempat, hingga simulasi praktik. Saat pelaksanaan, siswa diuji lewat teori tertulis dan praktik nyata di laboratorium gudang maupun laboratorium pengujian (IPC). Aspek yang diuji tidak main-main, mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan sesuai standar CPOB (FIFO dan FEFO), hingga pemeriksaan peralatan dan komunikasi kerja.
“Proses ini melatih ketelitian, disiplin, dan tanggung jawab. Dunia kerja tidak hanya butuh tenaga terampil, tapi juga berkarakter,” tambah Dewi.
Baca Juga : ANGKAT ISU LIMBAH CAIR, SISWA ANTUSIAS BELAJAR IPAL
Murid Sekolah Farmasi Tegang tapi Penuh Harapan
Bagi para siswa, ujian ini adalah babak penentu. Biancha Cista Putri Himasyah, alumni SMP Laboratorium UM, mengaku sempat diliputi kegugupan.
“Rasanya tegang karena ujian ini menentukan sejauh mana kemampuan kami. Bagian praktik di laboratorium cukup menantang, harus teliti dan cepat dengan waktu terbatas. Tapi berkat latihan dan simulasi, saya jadi lebih percaya diri,” tuturnya.
Senada dengan Biancha, Cahaya, alumni SMP Wahid Hasyim, juga merasakan dukungan besar dari guru dan sekolah.
“Awalnya sempat tegang, tapi simulasi membantu saya lebih yakin. Sertifikat ini penting, jadi bukti nyata keterampilan kami diakui industri. Saya berharap bisa langsung terjun ke dunia kerja farmasi,” ujarnya penuh semangat.
Nilai Lebih untuk Masa Depan
Sertifikat kompetensi dari BNSP ini diakui secara nasional, bahkan menjadi modal awal jika lulusan ingin meniti karier internasional. Beberapa alumni pun mengakui manfaatnya. Sertifikat ini sering kali menjadi pertimbangan utama perusahaan, terutama di bidang logistik dan pergudangan farmasi.
Meski tantangan terbesar siswa adalah manajemen waktu, rasa gugup, dan dokumentasi yang detail, ujian ini menjadi pembuktian nyata. Bahwa lulusan SMK PIM tidak hanya “kompeten di atas kertas”, tetapi juga siap bekerja sesuai kultur ketat industri farmasi.
“Harapan kami, siswa serius memanfaatkan kesempatan ini. Jangan hanya mengejar status kompeten, tapi jadikan proses ini pembelajaran bermakna. SMK PIM terus berkomitmen mencetak lulusan unggul, profesional, dan berdaya saing global,” pungkas Dewi.
