MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Salah satu siswanya berhasil meraih Juara 2 Lomba Fotografi tingkat Nasional yang digelar dalam ajang Lomba Kesenian Nasional, pada 21 Februari 2026 lalu.
Prestasi tersebut menjadi kejutan sekaligus kebanggaan bagi sang siswa. Ia mengaku tidak menyangka mampu bersaing dengan banyak peserta berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Perasaan saya tentu sangat campur aduk antara senang, bangga, dan bersyukur. Memenangkan Juara 2 di tingkat nasional adalah kejutan besar bagi saya. Kompetisi ini diikuti banyak talenta hebat, jadi pencapaian ini memberi motivasi ekstra bagi saya untuk terus berkarya,” ujarnya.
Dalam kompetisi tersebut, ia menampilkan sebuah karya foto yang mengangkat unsur transportasi tradisional Indonesia. Foto yang dilombakan menampilkan delman tradisional dengan seekor kuda cokelat yang berdiri di bawah rindangnya pepohonan.
Ia menjelaskan, komposisi foto sengaja dibuat untuk menonjolkan detail sekaligus nuansa alami. Mulai dari tali kekang kuda, tekstur aspal yang sedikit berlumut, hingga efek cahaya matahari yang menembus dedaunan sehingga menciptakan latar belakang bokeh.
“Foto ini mencoba membingungkan batas antara transportasi tradisional yang cenderung statis dengan keasrian alam yang dinamis,” jelasnya.
Menurutnya, inspirasi karya tersebut lahir dari kegelisahan melihat warisan budaya Indonesia yang perlahan mulai terpinggirkan oleh modernisasi. Melalui foto tersebut, ia ingin menunjukkan bahwa delman dan kuda masih memiliki nilai estetika sekaligus makna budaya.
“Saya ingin menunjukkan keanggunan kuda dan delman sebagai ikon tradisional yang masih bertahan. Kontras antara warna cokelat kuda dengan hijaunya pepohonan memberi kesan tenang dan nostalgia,” tuturnya.
Meski begitu, proses pengambilan foto tidak sepenuhnya mudah. Tantangan terbesar adalah mengatur pencahayaan di lokasi yang dipenuhi pepohonan rindang. Ia harus memastikan cahaya yang masuk tidak terlalu terang, namun tetap mampu menampilkan detail bayangan.
“Karena diambil di bawah pepohonan, saya harus mengatur agar highlight tidak berlebihan tetapi bayangannya tetap terlihat detail,” katanya.
Sebagai siswa Teknik Kimia Industri, ia juga harus pandai membagi waktu antara kegiatan belajar di laboratorium dengan mengembangkan kreativitas di bidang fotografi.
“Selain teknis foto, tantangan lainnya adalah membagi fokus antara praktikum di laboratorium dengan mencari momen kreatif di lapangan,” tambahnya.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik.
