SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM

SMK PIM TUMBUHKAN SEMANGAT KEBERAGAMAN DI HARI SUMPAH PEMUDA

SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM
SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM

MALANG – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 di SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM), Senin (28/10), berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme. Upacara yang digelar di halaman sekolah itu terasa berbeda dari biasanya. Tahun ini, pembina upacara bukan berasal dari kalangan guru atau pejabat sekolah, melainkan dari orang tua peserta didik.

Sosok tersebut adalah Elisabeth Ivonie Sri Elok, karyawan PT Medic Brivit Indonesia, yang juga merupakan orang tua dari Irene Putri Angelica, siswi kelas X Teknik Kimia Industri. Elisabeth berasal dari Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan mewakili wajah keberagaman yang menjadi kekuatan di lingkungan SMK PIM.

Dalam amanatnya, Elisabeth menyampaikan pesan yang kuat tentang makna perjuangan generasi muda masa kini.

“Kita semua adalah penerus perjuangan para pemuda terdahulu. Tantangan kita sekarang berbeda ,kita tidak lagi berjuang melawan penjajah dengan senjata, tetapi melawan kemalasan, kebodohan, dan ketidakpedulian,” ujarnya di hadapan ratusan murid dan guru.

SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM
SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM

Ia juga menekankan pentingnya belajar, bekerja keras, dan menjaga persatuan dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.

“Teknologi dan globalisasi membawa kemudahan, tetapi juga tantangan baru. Kalian sebagai generasi muda harus mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan produktif. Gunakan waktu di sekolah untuk menimba ilmu dengan sebaik-baiknya. Jadilah generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berdaya saing tinggi,” pesannya.

Dengan tema nasional “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu,” Elisabeth mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan momentum ini sebagai pengingat pentingnya menjaga semangat persatuan dan menghargai keberagaman.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai perbedaan dan menjadikannya kekuatan. Mari kobarkan semangat Sumpah Pemuda di dalam hati kita, dan wujudkan cita-cita para pendiri bangsa dengan tindakan nyata, belajar sungguh-sungguh, berbuat baik, menjaga persatuan, dan bangga menjadi anak Indonesia,” tuturnya penuh semangat.

Sementara itu, Kepala SMK PIM, Eka Tries Yuliani, S.Si., menuturkan bahwa penunjukan orang tua murid sebagai pembina upacara bukan tanpa alasan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan wujud nyata dari nilai-nilai keberagaman dan kolaborasi yang tengah dikedepankan sekolah.

“Saat ini kami sedang mengedepankan keberagaman, baik dari suku, agama, maupun latar budaya. Dalam momentum Sumpah Pemuda ini, kami sengaja meminta bantuan salah satu warga sekolah, dalam hal ini orang tua peserta didik yang berasal dari luar suku mayoritas, yaitu suku Manggarai dari Flores, NTT,” jelas Eka.

Lebih lanjut, Eka menjelaskan bahwa penunjukan Elisabeth juga mencerminkan hubungan erat antara sekolah dan dunia industri.

SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM
SUMPAH PEMUDA 2025 SMK PIM

“Beliau merupakan karyawan dari PT Medic Brivit Indonesia, salah satu perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan SMK PIM. Jadi, selain mewakili nilai keberagaman, beliau juga menjadi simbol kolaborasi antara pendidikan, keluarga, dan industri,” tambahnya.

Eka menegaskan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi bagian dari karakter setiap murid SMK PIM. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah berharap dapat menanamkan nilai patriotisme, toleransi, dan kerja keras dalam diri peserta didik.

“Kami ingin melatih murid agar memiliki jiwa nasionalis sekaligus siap menghadapi dunia kerja global. Pilihan belajar di SMK PIM adalah langkah tepat untuk masa depan yang lebih baik, karena di sini kami tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tapi juga berkarakter,” pungkasnya.

Upacara Sumpah Pemuda di SMK PIM tahun ini pun menjadi lebih dari sekadar seremonial. Ia menjadi simbol kebersamaan, kolaborasi, dan cinta tanah air. Di bawah langit pagi yang cerah, semangat “Bersatu, Bangkit, dan Bergerak untuk Indonesia Maju” menggema dari suara lantang para murid, menandakan bahwa semangat pemuda 1928 masih menyala dalam dada generasi masa kini.

BACA JUGA : SMK PIM KOKOHKAN MODERASI BERAGAMA, FASILITASI TEMPAT IBADAH LINTAS AGAMA DAN DOA PAGI RUTIN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *