SMK PIM JUARA LKS KIMIA DIKMEN KOTA MALANG TAHUN 2026

KOTA MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Malang. Rafi Rizqiyadi, murid Kelas XI Teknik Kimia Industri, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Lomba Kompetensi Murid (LKS) Dikmen tingkat Kota Malang Tahun 2026.

Rafi yang merupakan alumnus SMP N 5 Malang ini mengaku sangat bersyukur atas capaian tersebut.

“Yang saya rasakan pastinya sangat senang dan bahagia. Menurut saya tidak ada yang sulit, hanya saja pada saat wawancara membuat saya lebih tegang,” ungkapnya.

Menurut Rafi, seluruh rangkaian LKS berlangsung menantang. Salah satu momen paling mendebarkan adalah saat praktik pembuatan biodiesel.

“Ketika praktik pembuatan biodiesel, saya belum tahu apakah hasilnya berhasil atau gagal. Itu yang membuat saya deg-degan,” katanya.

Meski demikian, persiapan matang menjadi kunci keberhasilannya. Ia mengaku telah mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi materi maupun praktik, dengan bimbingan guru-guru pendamping yang berkompeten.

“Peran guru sangat amat besar. Mungkin jika tidak dibimbing oleh guru pendamping, saya tidak bisa meraih prestasi sampai di titik ini,” tuturnya.

Pengalaman paling berkesan bagi Rafi adalah ketika ia mempelajari hal baru yang tidak diajarkan secara detail di sekolah, khususnya terkait biodiesel. Hal itu justru memperluas wawasannya di bidang kimia terapan.

Baginya, prestasi ini bukan sekadar piala, tetapi menjadi kebanggaan sekaligus motivasi untuk melangkah lebih jauh.

“Betul, prestasi ini menjadi kebanggaan saya. Karena itu saya bertekad untuk lebih mendalami chemistry. Menurut saya, chemistry sangat erat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan mempelajarinya, saya ingin menemukan solusi bagi permasalahan di kehidupan,” tegasnya.

Rafi juga berkomitmen untuk terus berusaha dalam segala hal dan tidak takut mencoba hal baru.

Menurutnya, manfaat mengikuti LKS sangat besar. Pertama, melatih rasa percaya diri, baik dalam komunikasi maupun praktik. Kedua, menambah wawasan. “Biodiesel tidak diajarkan di sekolah, tetapi melalui LKS saya dituntut untuk memahami dan mempelajarinya,” jelasnya.

Di akhir perbincangan, Rafi menyampaikan pesan inspiratif bagi pelajar lain.

“Jangan takut gagal saat mencoba hal baru. Kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses belajar. Dari kegagalan, kita memahami apa yang perlu diperbaiki dan bagaimana melangkah lebih baik ke depannya. Setiap usaha adalah langkah maju untuk tumbuh dan menemukan potensi yang belum tergali.”

Prestasi Rafi menjadi bukti bahwa keberanian mencoba, bimbingan guru, serta kerja keras mampu mengantarkan murid meraih capaian gemilang di ajang kompetisi bergengsi tingkat kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *