Malang, Dalam rangka implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), SMK Putra Indonesia Malang menggelar seminar edukatif bertajuk “Bangga Bebas dari Seks dan NAPZA” Selasa,17 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada peserta didik terkait bahaya penyalahgunaan NAPZA dan seks bebas, serta upaya pencegahannya sejak dini.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, Norma Wijayanti, S.Psi, yang memberikan pemaparan komprehensif tentang berbagai jenis NAPZA, mulai dari narkotika, psikotropika, hingga zat adiktif lainnya. Ia menekankan dampak jangka panjang penyalahgunaan NAPZA terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi sosial dan hukum yang menyertainya.

“Seks bebas bukan hanya berisiko menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan, tetapi juga membuka peluang terpapar penyakit menular seksual serta gangguan psikologis pada remaja,” ucap Norma Wijayanti.Tak hanya itu, Norma juga mengupas tuntas tentang bahaya seks bebas di kalangan remaja dan mengajak para siswa untuk membentuk pola pikir yang sehat dan bertanggung jawab terhadap tubuh dan masa depan mereka.
Debora Irawati, S.Psi, selaku guru Bimbingan Konseling SMK Putra Indonesia Malang, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. “Seminar ini sangat penting untuk membentuk kesadaran kritis peserta didik dalam menjaga diri. Kami berharap mereka mampu menjadi pribadi yang bangga untuk hidup bebas dari seks bebas dan NAPZA,” ungkapnya.

Kegiatan ini disambut antusias oleh seluruh peserta didik. Mereka aktif dalam sesi tanya jawab dan diskusi, menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu yang dibahas. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga memiliki daya tahan diri yang kuat terhadap pengaruh negatif lingkungan.
SMK yang bertagline “ Touch Your Future” ini terus berkomitmen untuk membentuk generasi muda yang cerdas, sehat, dan berkarakter, selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan semangat “Bangga Menjadi Generasi Bebas Seks dan NAPZA”.
