BELUM PERNAH MAIN BARENG, TIM E-SPORT SMK PIM TEMBUS JUARA 2
MALANG – Tim e-sport SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM) kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Meski terbentuk dalam waktu super singkat, tim ini berhasil menyabet juara 2 dalam turnamen Mobile Legends tingkat sekolah. Lebih uniknya lagi, tim tersebut baru terbentuk H-4 jam sebelum pertandingan dimulai.
Tim dadakan itu beranggotakan Xavier Alpha Kriswara, Muhammad Dhani Ramadhan, Muhammad Ghani Sultansyah, Nouval Zidane Putra Pratama, Sandi Gilang Putra Pratama, dan Valiente Al Falah Hanz Cavalera. Enam siswa ini maju tanpa persiapan latihan bersama. “Kami belum pernah bermain bareng sebelumnya. Itu yang bikin kami sempat takut,” ujar Xavier saat ditemui usai kegiatan.
Xavier yang berperan sebagai roamer mengandalkan hero seperti Atlas, Tigreal, dan Angela. Ia mengaku perasaannya campur aduk saat turun bertanding. “Antara semangat dan deg-degan,” katanya.
Tantangan langsung terasa sejak match pertama. Tim SMK PIM hampir tumbang karena lawan menggunakan formasi hero tebal. Namun mereka berhasil membalikkan keadaan. “Untungnya semua bermain bagus. Kami bisa comeback,” tambahnya.
Xavier menegaskan bahwa kunci keberhasilan tim justru terletak pada kerja sama. “Tanpa kerja sama, mustahil bisa dapat juara 2,” ujarnya. Bagian paling sulit, lanjutnya, adalah komunikasi—maklum, chemistry belum sempat terbentuk karena mereka baru disatukan beberapa jam sebelum turnamen. Meski demikian, strategi tetap disiapkan secara cepat. Mereka menebak hero yang akan dipilih lawan lalu menyiapkan counter terbaik, baik dari hero maupun item.
Karena keterbatasan waktu, tim ini benar-benar turun tanpa latihan. Meski begitu, Xavier merasa skill terbesarnya justru berkembang selama turnamen. “Yang paling meningkat itu kerja sama dan komunikasi. Dari situ kami bisa menang,” ucapnya. Ia juga memberikan pesan untuk pelajar lain agar tidak ragu mencoba turnamen. “Kesempatan tidak datang dua kali. Kalah pun tidak apa-apa, bisa jadi pengalaman.”
Soal rencana ke depan, Xavier masih ingin mengikuti turnamen lain sembari terus meningkatkan skill di tengah kesibukan sekolah. Bagi mereka, momen paling berkesan adalah saat bertemu tim dari sekolah lain. “Deg-degan karena membawa nama sekolah,” ujarnya.
Waka Kesiswaan SMK PIM, Novi Susanti, S.Pd., Gr., mengapresiasi perjuangan tim e-sport tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan potensi besar siswa dalam bidang kompetisi digital. Ia berharap pengalaman ini semakin memotivasi siswa untuk mengembangkan bakat dan mental bertanding.
Dengan modal keberanian, kekompakan, dan eksekusi strategi cepat, tim e-sport dadakan ini membuktikan bahwa persiapan minim bukanlah penghalang untuk mengukir prestasi. SMK PIM kembali menegaskan diri sebagai sekolah yang mewadahi semangat dan kreativitas peserta didiknya.
