Bisqis meraih video terbaik dalam Workshop Jurnalistik by IJTI Malang

BILQIS MURID SMK PIM SABET VIDEO TERBAIK
ANGKAT POTENSI WISATA KOTA MALANG LEWAT KONTEN JURNALISTIK

MALANG – Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Bilqis, peserta workshop IJTI Mengajar (School Journalism IJTI), sukses menyabet penghargaan sebagai pembuat video terbaik lewat karyanya yang mengangkat tema potensi wisata Kota Malang.

Dalam video berdurasi singkat tersebut, Bilqis menampilkan aktivitas wisata yang bisa dinikmati warga pada hari Minggu. Mulai dari suasana Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, pesona kawasan heritage Kayutangan, hingga menikmati perjalanan keliling kota dengan Bus Macito. Semua dikemas dengan visual bergaya cinematic dan alur yang ringan. “Saya ingin menunjukkan bahwa potensi Malang sebagai kota wisata sangat besar, dan berkeliling di kota ini itu menyenangkan,” tuturnya.

Ia mengaku ide itu muncul spontan. Kebetulan seluruh lokasi pengambilan gambar berdekatan, sehingga mudah dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Meski demikian, proses pembuatan video tak sepenuhnya mulus. Bilqis harus berjuang tanpa stabilizer serta menghadapi waktu penyuntingan yang cukup mepet. “Agak terburu-buru, tapi tetap saya selesaikan,” katanya.

Ada pula pengalaman unik yang ia dapat. Saat mengambil gambar di Kayutangan, ia sempat hampir dikejar seseorang dengan gangguan kejiwaan. “Kaget banget, tapi jadi pengalaman seru,” ujarnya sambil tertawa.

BACA JUGA : MOCHAMMAD AKBAR BAWA PULANG MEDALI UNTUK SMK PIM

Dalam penggarapan videonya, Bilqis memadukan teknik cinematic, voice over, serta penambahan subtitle agar alur mudah dipahami. Menurutnya, jurnalis yang baik harus mampu memaparkan fakta dengan jelas, menyusun caption yang tepat, serta menampilkan visual yang mendukung informasi.

Tidak menyangka karyanya terpilih sebagai yang terbaik, Bilqis justru mendapat dorongan baru. “Awalnya saya kurang yakin. Tapi ternyata saya punya kemampuan di bidang ini. Sekarang jadi makin semangat menjadikannya hobi,” ucapnya.

Ia juga berbagi tips untuk pelajar yang ingin mulai membuat konten. Mulailah dengan mengambil gambar yang disukai, lalu susun secara bertahap. “Bisa dari video acak dulu. Setelah itu baru belajar bikin skrip supaya alurnya rapi,” jelasnya. Ke depan, Bilqis berencana fokus mengembangkan diri sebagai kreator konten karena bidang tersebut lebih fleksibel dan memberi ruang eksplorasi.

Sementara itu, Waka Kesiswaan SMK PIM, Novi Susanti, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa pemilihan peserta workshop dilakukan melalui rekomendasi guru Bahasa Indonesia dan pembina ekstrakurikuler multimedia. Guru menilai kemampuan penyusunan berita, redaksi, hingga teknik pengambilan foto dan video. “Akhirnya ada lima siswa yang dikirim, termasuk perwakilan OSIS,” terangnya.

Novi berharap pengalaman ini membuat siswa lebih peka terhadap proses jurnalistik. Mulai dari menentukan berita yang layak terbit hingga memahami momen yang tepat saat mengambil foto maupun video. “Harapannya mereka bisa menghasilkan karya yang informatif dan etis,” pungkasnya.

Keberhasilan Bilqis menunjukkan bahwa kreativitas siswa SMK PIM terus berkembang, tak hanya di ruang kelas, tetapi juga di dunia digital yang bergerak dinamis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *