MOCHI COOKIES APEL “CIKUK”, INOVASI MANIS SISWA SMK PIM DAPAT PUJIAN GARUDAFOOD

MALANG – Inovasi pangan kembali muncul dari dapur kreatif SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Melalui kelas industri cookies, para siswa menghadirkan sejumlah produk berbahan apel dan mangga yang langsung menarik perhatian PT Garudafood Putra Putri Jaya. Salah satu yang paling mencuri sorotan adalah Chikuk, cookies berisi mochi apel dengan sensasi kenyal-renyah yang tak biasa.

Di bawah bimbingan guru industri, Elisabeth Kristiawati, S.Pd, para siswa meracik berbagai varian produk seperti Barèlle, Go Bite, Pipels, hingga Kuma-Kuma. Seluruh produk memanfaatkan kekayaan lokal Malang, yaitu buah apel dan mangga, sehingga tidak hanya lezat tetapi juga mengangkat potensi daerah.

Menurut Elisabeth, program ini bukan sekadar latihan membuat cookies, tetapi pembelajaran lengkap tentang inovasi dan keberanian mencoba hal baru.
“Anak-anak belajar menciptakan produk yang punya nilai tambah. Produk mereka lalu direview langsung oleh industri melalui Garudafood. Masukan mereka sangat berharga,” jelasnya.

Dalam sesi evaluasi, tim Garudafood yang diwakili Adi Sadhana Dwi Dharma Kusuma, Manufacturing Coordinator PT Garudafood Putra Putri Jaya, memberikan apresiasi tinggi.
“Produk mereka inovatif, terutama Chikuk. Upayanya luar biasa karena percobaannya dilakukan berkali-kali sampai menemukan formula yang pas,” ujarnya.

Tak hanya mendapat pujian, tim Chikuk juga dinobatkan sebagai pemenang challenge produk cookies. Sebagai bentuk penghargaan, Pak Adi memberikan bingkisan berupa beberapa peralatan cooking sederhana untuk mendukung kreativitas mereka ke depannya. Momen itu disambut sorak bangga dari seluruh peserta.

BACA JUGA : KEREN! SISWA SMK PIM CIPTAKAN GANTUNGAN KUNCI GLOW IN THE DARK

Di balik Chikuk, ada proses panjang dan cerita kerja keras. Kristin, salah satu anggota tim, menjelaskan ide awal mereka adalah menghadirkan sensasi makan cookies yang berbeda.
“Kami ingin ada kejutan ketika cookies digigit. Mochi di dalamnya harus kenyal dan lembut, sementara luarannya renyah,” terangnya.

Proses produksi dilakukan bertahap mulai dari membuat filling apel dari buah asli, membuat mochi, hingga membuat adonan cookies yang harus masuk chiller sebelum dibentuk. Tantangan terbesar adalah menjaga mochi agar tidak keras dan memastikan filling tetap konsisten di setiap potongan.

“Kami uleni mochi sampai kalis, atur suhu dan waktu dengan tepat, dan menimbang adonan supaya semua isinya seimbang,” kata Kristin.

Tim Chikuk juga mendapatkan masukan terkait packaging sebagai standar industri. Menurut mereka, ini menjadi bekal penting untuk pengembangan produk di masa depan.

Dengan kemenangan ini, para siswa SMK PIM semakin percaya diri bahwa inovasi kecil yang lahir dari sekolah dapat menjadi besar ketika dikerjakan dengan tekun. Dan Chikuk, cookies mochi apel yang lahir dari dapur sederhana, kini menjadi bukti bahwa kreativitas pelajar Malang layak diperhitungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *