MURID SMK PIM UNJUK GIGI! POSTER BERTEMA HAM INI TEMBUS PANGGUNG NASIONAL

MALANG – Prestasi membanggakan kembali datang dari SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM). Agathan Arka Hidayat, siswa kelas XI Teknik Kimia Industri, berhasil menembus kompetisi poster tingkat nasional lewat karyanya yang berjudul “Cegah Pelanggaran HAM.”
Agathan ditemui di sela kegiatan belajar. Meski tampil sederhana, siswa ini menyimpan gagasan yang kuat di balik poster yang ia buat. Tema utama karyanya mengajak masyarakat untuk lebih menghormati hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. “Setiap orang berhak diperlakukan setara. Tanpa kekerasan, perundungan, atau diskriminasi,” ungkapnya.
Ide tersebut muncul setelah Agathan sering melihat kasus perundungan di media sosial. Dari kegelisahan itu, ia mulai membuat beberapa sketsa yang kemudian berkembang menjadi konsep final. Proses pembuatan poster memakan waktu sekitar empat hingga lima hari. Dua hari pertama untuk merancang konsep, sisanya digunakan untuk pewarnaan, detail visual, dan penyempurnaan tata letak.
Bagian tersulit, menurutnya, adalah menentukan komposisi gambar dan teks agar pesannya tetap jelas namun menarik secara visual. Agathan memilih gaya ilustrasi digital dengan warna-warna cerah dan sentuhan semi kartun agar lebih mudah diterima generasi muda. “Saya ingin posternya informatif, tapi tetap punya daya tarik seni,” tuturnya.
Ia mengaku tidak menyangka karyanya bisa lolos hingga tingkat nasional. “Kaget banget. Rasanya campur aduk antara senang, bangga, dan bersyukur. Usaha saya terbayar,” katanya.
Perjalanan Agathan tidak lepas dari bantuan saudara dan teman-temannya yang lebih berpengalaman di bidang desain. Mereka banyak memberikan masukan terkait pemilihan warna, tata letak, dan kekuatan visual. Dukungan itu membuat karyanya semakin matang.
Menurut Agathan, kekuatan posternya terletak pada pesan yang sederhana namun kuat, serta penggunaan warna kontras yang langsung menarik perhatian. Visualnya juga menggambarkan semangat anak muda untuk berani melawan ketidakadilan.
Dari pengalaman ini, Agathan belajar bahwa desain bukan hanya soal keindahan, tetapi juga bagaimana sebuah pesan bisa tersampaikan dengan tepat. Ia juga belajar mengatur waktu dan percaya pada kemampuannya sendiri. “Mulai saja dari ide sederhana. Yang penting punya makna dan dibuat dengan hati,” pesannya untuk pelajar lainnya.
Ke depan, Agathan berencana mengikuti lebih banyak kompetisi desain dan mengeksplor gaya visual baru yang lebih realistis dan eksperimental. “Biar terus berkembang,” ujarnya.
Prestasi Arka menjadi bukti bahwa siswa SMK PIM tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu bersuara lewat karya kreatif yang berdampak.
