Belajar Aeromodelling prapima smk pim

PRAPIMA BELAJAR AERODINAMIKA LEWAT PESAWAT KARET

Belajar Aeromodelling prapima smk pim
Belajar Aeromodelling prapima smk pim

MALANG – Kegiatan Pramuka SMK Putra Indonesia Malang (PRAPIMA) kembali menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda. Sabtu, 22/11 lalu, para anggota Dewan Ambalan mengikuti Workshop “Mengenal dan Membuat Pesawat Tenaga Karet (Rubber Plane)” bersama Imam Syafii, atlet aeromodelling nasional sekaligus owner Hobby Cerdas yang dikenal sebagai ahli mini aeromodelling.

Meski SMK PIM dikenal dengan dua jurusan utama—Teknik Kimia Industri dan Farmasi Industri—kegiatan ini justru membuka wawasan baru tentang keterkaitan ilmu kimia dengan dunia aeromodelling.

Imam memaparkan bahwa proses pembuatan pesawat karet melibatkan beragam m

aterial berbasis kimia, mulai kayu balsa, carbon, plastik covering, hingga penggunaan microfilm dengan metode pouring nitrocellulose, bahan berlapis ringan yang digunakan dalam lomba penerbangan free flight.

“Pemilihan karet sebagai motor, pelumas agar tidak getas, hingga teknik coating kertas tisu pakai dope, resin, atau poliuretane, semuanya dunia kimia. Jadi sebenarnya ilmunya nyambung,” terang Imam.

Antusias Peserta Meledak

Belajar Aeromodelling prapima smk pim
Praktik membuat pesawat aeromodelling

Salah satu peserta, Alviero Firman Syahputra, Pradana PRAPIMA SMK PIM, mengaku sangat antusias ketika mendengar workshop ini akan digelar.

“Saya senang sekali karena bisa belajar langsung dari seorang atlet dan content creator aeromodelling. Ini pengalaman baru bagi kami,” ujarnya.

Ia menilai bagian paling menarik dari workshop adalah sesi penerbangan pesawat. Menurutnya, menentukan sudut belok pesawat memerlukan ketelitian dan kesabaran.

Adapun tantangan terbesar baginya adalah menyatukan kedua sayap agar tetap simetris. “Kalau sudutnya meleset sedikit saja, pesawat bisa menukik,” tambahnya.

BACA JUGA : BELUM PERNAH MAIN BARENG, TIM E-SPORT SMK PIM TEMBUS JUARA 2

Belajar Aerodinamika dari Nol

Selama kegiatan, Imam Syafii tidak hanya mengajarkan perakitan, namun juga mengenalkan konsep dasar aerodinamika. Ia memantik rasa ingin tahu peserta dengan memberikan istilah-istilah teknis untuk dipelajari lebih lanjut.

Dari workshop ini, Alviero memahami bahwa kestabilan pesawat ditentukan oleh keseimbangan berat, jumlah putaran karet minimal 500 kali, serta teknik melempar yang tepat.

“Bagian paling berpengaruh adalah posisi sayap. Kalau terlalu maju atau mundur, pesawat langsung tidak stabil,” jelasnya.

Latihan Ketelitian, Disiplin, dan Kerja Sama

Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga melatih disiplin dan ketelitian peserta. Proses merakit pesawat dari rangka hingga uji terbang membuat mereka harus mengikuti setiap langkah dengan cermat.

“Kami jadi lebih teliti dan belajar bekerja sama agar semua memahami prosesnya,” tutur Alviero.

Pengalaman ini membuatnya tertarik untuk mencoba membuat model pesawat karet lain secara mandiri.

Di akhir sesi, Alviero menyampaikan apresasi kepada Kak Imam. “Terima kasih sebesar-besarnya. Penjelasannya mudah dipahami dan membuat kami bersemangat,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan Prapima ke depan dapat menghadirkan workshop serupa, seperti pembuatan alat sederhana berbasis sensor atau program yang bisa meningkatkan kreativitas Dewan Ambalan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *