JUARA CERPEN TINGKAT NASIONAL

MENANG CERPEN, NADIF MURID SMK PIM BUKTIKAN “MATAHARI DAN BULAN” BISA JADI PRESTASI NASIONAL

MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMK PIM. R. Nadif Firjatullah Budiawan, siswa kelas XII TKI B, berhasil menyabet Juara Umum 1 lomba menulis cerpen tingkat nasional lewat karya berjudul Matahari dan Bulan. Cerpen itu bukan sekadar rangkaian kata, melainkan refleksi perjalanan hidup yang ditulis dengan kejujuran dan kedalaman rasa.

Nadif, alumni MTsN 2 Kota Malang ini, dikenal sebagai pribadi yang tenang. Hobi membaca dan menulis telah menjadi teman setianya sejak lama. Namun, di balik prestasi gemilang tersebut, tersimpan proses panjang yang tak mudah.

“Menulis itu soal kesabaran. Merangkai kata demi kata, sambil mengatur waktu antara belajar, menulis, dan aktivitas lain. Tidak selalu mudah,” tutur Nadif lirih, namun mantap.

Proses latihan yang konsisten, disiplin, serta kemauan untuk terus belajar menjadi kunci keberhasilannya. Tantangan terbesar, kata dia, bukan pada lombanya, melainkan mengalahkan rasa ragu dan lelah yang kerap datang diam-diam.

Prestasi ini, lanjut Nadif, tak lepas dari peran orang tua, guru pembimbing, dan teman-teman yang terus menyemangati. Dukungan itulah yang membuatnya bertahan hingga garis akhir.

“Bagi saya, kata-kata yang ditulis dengan jujur akan selalu menemukan jalannya ke hati pembaca,” ujarnya. Ia pun berpesan kepada teman-temannya agar berani melangkah. “Keberanian awal itu penting. Dari sanalah jalan menuju kesuksesan perlahan terbuka.”

BACA JUGA : PUISI BALQIS MURID SMK PIM RAIH JUARA PUISI NASIONAL

Dari pihak sekolah, dukungan penuh terus mengalir. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PIM, Novi Susanti, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa prestasi siswa lahir dari tekad kuat untuk mencoba hal baru, disertai ekosistem yang mendukung.

“Selain hobi, yang paling menentukan adalah tekad. Dukungan keluarga, teman, dan sekolah menjadi penopang utama,” jelasnya.

SMK PIM, lanjut Novi, memberikan support maksimal bagi siswa berprestasi, mulai dari doa, pendampingan, hingga fasilitasi biaya pendaftaran lomba. Setiap siswa yang memiliki potensi didorong aktif melapor ke tim kesiswaan untuk kemudian difasilitasi dan dipantau selama proses lomba berlangsung.

“Jika berhasil, kami umumkan saat apel rutin kesamaptaan sebagai bentuk penghargaan. Ini penting agar prestasi menjadi inspirasi bagi siswa lain,” tambahnya.

Lebih jauh, Novi menegaskan harapan sekolah terhadap seluruh murid SMK PIM agar tumbuh sebagai pribadi SICEPAT—Spiritualis, Cendekia, dan Patriotik. Tidak hanya unggul secara akademik dan nonakademik, tetapi juga kokoh iman dan berakhlak mulia.

“Murid berprestasi harus jujur, bertanggung jawab, dan selalu bersyukur. Secara intelektual, mereka dituntut kritis, kreatif, dan inovatif. Dan sebagai generasi muda, mereka harus cinta tanah air serta siap berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.

Prestasi Nadif menjadi bukti bahwa di tengah hiruk-pikuk zaman, masih ada anak-anak muda yang setia pada kata, tekun pada proses, dan berani bermimpi. Dari ruang kelas Teknik Kimia Industri, lahir seorang penulis muda yang membuktikan: kata-kata, bila ditulis dengan hati, mampu menyalakan cahaya bagi banyak jiwa.

BACA JUGA : ALVIA MURID SMK PIM TEMBUS TOP 15 MISS JAWA TIMUR 2025

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *