COBA-COBA MALAH JADI JUARA, PUISI BALQIS MURID SMK PIM RAIH JUARA NASIONAL
MALANG – Prestasi literasi kembali ditorehkan siswa SMK PIM. Balqis Wahyu Nur Eka Wiritantia, siswi kelas XI Farmasi Industri B, berhasil meraih Juara 2 Harapan lomba menulis puisi tingkat nasional yang diselenggarakan Prince Publishing pada periode Desember 2024 hingga Januari 2025. Tak berhenti di sana, karya-karyanya pun dibukukan dalam antologi berjudul Jejak Akhir Desember.
Balqis, alumni SMPN 13 Malang, mengaku tak pernah menargetkan prestasi sebesar itu. Awalnya, ia menulis puisi hanya untuk keperluan Bulan Bahasa di sekolah. Tantangan terbesarnya justru soal menemukan diksi yang tepat.
“Mungkin mencari diksi yang pas itu yang paling sulit. Karena awalnya tujuan saya menulis puisi hanya untuk tampilan Bulan Bahasa,” ungkapnya polos.
Namun dari proses sederhana itulah, langkah demi langkah mulai terbuka. Dorongan besar datang dari Kepala SMK PIM, Eka Tries Yuliani, yang tidak hanya memberi dukungan moral, tetapi juga langsung mendaftarkan Balqis ke lomba secara daring.
“Beliau yang membantu dan mendukung saya. Bahkan sejak awal, beliau yang mendaftarkan saya ke lomba,” ujar Balqis dengan senyum haru.
Kebiasaan Balqis yang gemar mencoba hal baru menjadi bahan bakar utama perjalanannya. Rasa penasaran terhadap pengalaman positif—baik workshop maupun lomba—membuatnya berani melangkah tanpa takut hasil akhir.
“Saya suka coba-coba dulu. Hasilnya urusan nanti. Yang penting jangan takut salah atau gagal,” katanya mantap.
Prestasi ini menjadi titik balik bagi Balqis untuk semakin percaya diri dengan kelebihan yang ia miliki. Ia meyakini bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil.
“Kalah atau gagal itu wajar. Mencoba juga tidak bisa sekali dua kali, harus berkali-kali dan konsisten. Percayalah, semua akan terwujud perlahan,” tuturnya, penuh keyakinan.
BACA JUGA : NADIF MURID SMK PIM BUKTIKAN “MATAHARI DAN BULAN” BISA JADI PRESTASI NASIONAL
Dukungan sekolah menjadi fondasi kuat lahirnya prestasi tersebut. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PIM, Novi Susanti, S.Pd., Gr., menegaskan bahwa prestasi siswa tumbuh dari tekad untuk terus mencoba, selain dari hobi dan kegemaran.
“Dorongan keluarga, teman, dan sekolah menjadi penunjang utama. Sekolah support penuh, mulai dari doa, pendampingan, hingga biaya pendaftaran lomba,” jelasnya.
Pembinaan siswa berprestasi dilakukan secara berkelanjutan. Setiap potensi siswa difasilitasi oleh tim kesiswaan, dipantau selama proses lomba, hingga diumumkan secara resmi saat apel rutin kesamaptaan sebagai bentuk apresiasi.
Lebih jauh, Novi menegaskan visi SMK PIM dalam mencetak lulusan berkarakter SICEPAT—Spiritualis, Cendekia, dan Patriotik. Sekolah berharap siswa tidak hanya unggul secara akademik dan nonakademik, tetapi juga memiliki iman kuat, akhlak mulia, daya pikir kritis, serta kepedulian sosial dan kebangsaan.
Prestasi Balqis menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan keberanian dan ketulusan mampu melahirkan jejak besar. Dari puisi sederhana di Bulan Bahasa, lahirlah karya yang kini dikenang sebagai Jejak Akhir Desember.
